Jumat, 26 Februari 2010

Kota Palopo


View Larger Map


Kota Palopo di Propinsi Sulawesi Selatan dikenal sebagai Kota Tujuh Dimensi. Letaknya di ujung Propinsi berbatasan dengan Kabupaten Luwu di bagian Selatan dan Utara, Kabupaten Tanah Toraja di bagian Barat dan Teluk Bone di bagian Timur. Aroma khas pegunungan, daerah yang berbukit, hawa pesisir pantai dari teluk yang terbentang, serta pola kehidupan masyarakat yang beraneka ragam menjadi ciri keramahan Kota Palopo. Kota ini menyimpan keindahan alam yang mempesona.

Sebelum berdiri, Kota Palopo merupakan bagian dari Kabupaten Luwu. Sejak tahun 2002 sesuai dengan UU No 12 Tahun 2002 Kota Palopo berstatus sebagai daerah otonom. Awalnya Palopo hanya terdiri dari 4 kecamatan dan 20 kelurahan. Pada tahun 2005 dilakukan pemakaran untuk wilayah kecamatan dan kelurahan menjadi 9 kecamatan dan 48 kelurahan.

Potensi ekonomi Kota Palopo digerakkan melalui sektor pertanian, perdagangan dan industri, serta jasa. Sektor pertanian meliputi beberapa sub sektor andalan, mencakup beberapa diantaranya pertanian tanaman bahan makanan, perkebunan, peternakan, perikanan.

Pada tahun 2005 produksi padi mencapai 22,327.60 ton. Produksi yang terbesar terdapat di Kecamatan Tellu Wanua. Persebarannya selain Tellu Wanua adalah Kecamatan Wara Selatan dan Wara. Untuk produksi palawija mencapai 753,27 ton. Kecamatan Wara Selatan menjadi penyumbang terbesar produksi palawija. Selain Wara Selatan, palawija juga banyak diproduksi di Kecamatan Tellu Wanua dan Wara.

Komoditi lain untuk tanaman pangan adalah kacang tanah dan jagung. Untuk kacang tanah didominasi oleh Kecamatan Wara Selatan. Sedangkan jagung pusat produksinya berada di Kecamatan Wara Selatan.

Hasil perkebunan di Palopo yang menonjol produksinya adalah kelapa, kopi robusta, cokelat, cengkeh, aren, dan pinang. Kelapa banyak dihasilkan dari Kecamatan Wara Selatan. Kopi robusta banyak dihasilkan dari Tellu Wanua. Total produksi kelapa di Palopo tahun 2005 sebanyak 284,68 ton. Sedangkan kopi robusta sebanyak 157, 15 ton. Komoditi cokelat dan cengkeh paling menonjol terdapat di Kecamatan Tellu Wanua. Begitu pula dengan produksi gula aren, pinang, dan sagu Tellu Wanua menjadi pusat produksi.

Untuk peternakan hasil yang paling banyak adalah Sapi dan unggas. Selain itu Kambing, Kerbau, dan Babi. Daerah paling menonjol untuk produksi peternakan adalah Tellu Wanua dan Wara Utara. Sapi banyak dihasilkan dari Tellu Wanua dan Wara Utara. Untuk Kambing, daerah paling banyak adalah Tellu Wanua dan Wara. Sedangkan untuk produksi unggas baik Ayam Buras, Ayam Petelur, Ayam Potong, dan Itik, daerah paling banyak produksinya adalah Tellu Wanua.

Produksi perikanan di Palopo terdiri dari perikanan laut dan darat serta produksi rumput laut. Perikanan darat lebih besar produksinya dibanding dengan laut. Perikanan darat terdiri dari tambak yang menghasilkan Bandeng dan Udang. Pusat perikanan Palopo terdapat di Wara Selatan dan Wara Utara. Sementara untuk produksi rumput laut paling banyak dihasilkan oleh Kecamatan Wara Utara dan Wara Selatan.

Sektor industri tahun 2005 yang menonjol adalah industri hasil pertanian dan aneka industri logam, mesin dan kimia. Di Palopo untuk industri kelompok pertama terdapat 74 perusahaan sementara yang kedua terdapat 87 perusahaan. Daerah industri lebih banyak terpusat di Kecamatan Wara. Sektor jasa tersebar pada sarana perhubungan, perbankan, pos dan telekomunikasi, air bersih dan kesehatan.

Potensi lainnya yang menarik adalah pariwisata. Banyak obyek wisata yang menjadi andalan di Palopo. Baik yang jenisnya wisata alam, religi maupun budaya. Diantaranya Bukit Sampodo di Palopo, Pantai Songka di Wara Selatan, Lahan Palopo di Palopo, Rumah Adat Langka E di Wara, Masjid Jami Tua di Wara, Pelabuhan Tanjung Ringgit di Wara Utara, Pulau Libukang di Wara Utara, dan Sungai Latupa di Wara.

Hasil pembangunan ekonomi daerah ini masih diperoleh dari pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Oleh sebab itu, fokus pembangunan ekonomi ke depan harus tetap mengacu pada semua hasil-hasil tersebut. Sambil menyiapkan infrastruktur untuk membangun industri makanan, minuman, dan yang terkait dengan hasil pertanian. Jika semua itu dapat dipersiapkan dengan baik dan benar, niscaya pundi-pundi keuangan daerah pasti akan bertambah dan diharapkan kesejahteraan rakyat akan meningkat.


Sumber :
http://www.cps-sss.org/web/home/kabupaten/kab/Kota+Palopo

Sumber Gambar:
http://maps.google.com/
http://zulhamhafid.files.wordpress.com/2009/07/palopo1.jpg
http://i147.photobucket.com/albums/r307/metalgrin/palopo1.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar