Jumat, 26 Februari 2010

Potensi Pariwisata Kabupaten Takalar




Ditinjau dari sudut geografis letak Kabupaten Takalar sangat strategis karena hanya sekitar 40 km dari kota Makassar (ibukota Propinsi Sulawesi Selatan) dan berada pada posisi tiga dimensi yaitu Pegunungan dan Bukit, Daratan Rendah, serta Hamparan Laut, dengan demikian, kabupaten Takalar merupakan daerah yang memiliki beragam potensi wisata yaitu wisata alam/pegunungan, wisata pesisir/bahari, wisata budaya dan sejarah, serta agrowisata.

Luas wilayah kabupaten Takalar 566, 51 km2 dengan jumlah penduduk 232.396 jiwa, yang tersebar pada 7 Kecamatan dan 73 Desa dan Kelurahan. Struktur masyarakat yang tegolong seragam, termasuk agama, adat istiadat serta budaya masyarakat. Hal ini tergambar pada berbagai kegiatan ritual keagamaan maupun budaya.

Kondisi alam (pegunungan, pesisir, dan pertanian) ragam budaya, ritual keagamaan dan sejarah menyebabkan Takalar refresentatif sebagai daerah tujuan wisata (DTW) di Sulawesi Selatan - Indonesia.

1. Objek Wisata Perburuan Rusa
Kegiatan perburuan rusa merupakan kegiatan langka di sulawesi selatan. Sejak dulu kegiatan berburu rusa di desa Barugaya dan Ko'mara sudah sering dilakukan oleh para Bangsawan (Karaeng) pada hutan yang luasnya sekitar 2.000 Hektar. Setiap melakukan perburuan rusa, para Karaeng berkumpul di Baruga (Rumah Panggung) dan mempersiapkan perlengkapan berburu seperti pasukan berkuda, kentongan, dll.

Dengan melihat kondisi alam yang masih alami seperti pegunungan, danau, dan hutan, maka selain berburu rusa para pengunjung dalat menikmati pemandangan alam, melakukan kegiatan memancing, memanjat tebing, dan berbagai kegiatan lainnya.

2. Objek Wisata Sejarah Lapris (Ranggong Daeng Romo)
Pada tanggal 17 juli 1946 Ranggong Daeng Romo diangkat sebagai Pucuk Pimpinan Laskar Pemberontak Rakyat Sulawesi (lapris) yang beranggotakan 19 organisasi kelaskaran diseluruh Sulawesi Selatan dan Tenggara. Dalam kedudukannya sebagai Panglima Lapris di desa Bulukunyi yang sekarang dijadikan sebagai Monumen Lapris.

Monumen Lapris yang dibangun di sebuah bukit didesa Bulukunyi sangat cocok dikunjungi oleh peneliti sejarah perjuangan bangsa dan para wisatawan karena pesona alam disekitar lokasi mendatangkan kesejukan tersendiri bagi pengunjung. Disamping itu, sekitar lokasi terdapat mata air yang dijadikan sebagai tempat permandian yang dikenal permandian alam saluka.

3. Objek Wisata Topejawa
Panjang Garis Pantai di Kabupaten Takalar sekitar 74 Km. Dari panjang garis pantai tersebut, terdapat 3 (tiga) Obyek wisata Pesisir dikabupaten Takalar (Pantai Topejawa, Pantai Galumbaya dan Pantai Ujungkassi) Permandian Alam Topejawa yang panjangnya sekitar 800 meter banyak dikunjungi karena suasana berenang di laut yang menyenangkan, selain itu panorama alamnya yang memukau.

Selain pemanfaatan sarana wisata pada lokasi permandian alam seperti balai-balai, baruga (rumah panggung), pelelangan ikan sertai berbagai fasilitas lainnya. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas pantai seperti berenang, berjemur, olahraga pantai, membakar ikan segar, berlayar dengan perahu tradisional (balolang), dan aktivitas pantai lainnya.

4. Objek Wisata Pulau Sanrobengi
Sanrobengi adalah pulau kecil yang memiliki potensi sebagai pusat kunjungan karena selain berpasi putih juga dapat dilakukan kegiatan-kegiatan laut seperti berenang, menyelam, berjemur, memancing, membakar ikan segar, dan berbagai kegiatan laut lainnya.

Selain kegiatan laut, pulau Sanrobengi ditunjang oleh sarana pendukung TPI Di Desa Boddia, dan dermaga lainnya.

5. Objek Wisata Terumbu Karang Pulau Tanakeke
Kepulauan Tanakeke terdiri atas Pulau Tanakeke, Bauluang, Satanga, dan Dayang-dayangan menyimpan perpaduan objek wisata alam yaitu agrowisata, berburu/atraksi menangkap ikan, pantai dan penyelam.

Pulau-pulau tersebut menyimpan keanekaragaman hayati yang unik, yaitu ikan Baronang, Biawasa, Kepiting Dato, dengan ukuran cangkangnya mencapai 25 cm, hutan bakau, padang lamun yang tumbuh di pasir putih, cocok untuk permandian alam jemur di pasir putih sambil menikmati hidangan khas bakar ikan laut, dan terumbu karangnya yang asri, cocok untuk penyelam.

6. Objek Wisata Benteng Sanrobone
Pembuatan tembok dan dinding benteng Sanrobone dilakukan oleh Dampang Panca Belong (Raja I Kerajaan Sanrobone) atas perintah Raja Gowa dan dikerjakan oleh rakyat secara gotong royong sekitar abad XVI. Benteng Sanrobone terbuat dari batu bata dan terbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km.

Benteng tersebut mempunyai 7 pintu benteng yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Beberapa bukit sejarah diantaranya, Meriam dengan berat sekitar 150 kg, keris pusaka, dan makam Raja Sanrobone (kabbanga) Benteng ini menarik dikunjungi karena bernilai sejarah masa lalu mengenai keberadaan dan perjuangan Kerajaan Sanrobone di Sulawesi Selatan.

7. Objek Wisata Budaya Aru & Tari
Aru adalah pengakuan kesetiaan hamba kepada rajanya yang dikreasikan dalam bentuk budaya Angngaru. Tari adalah bentuk kegembiraan yang sering dipertontongkan dalam bentuk acara seremonial. Beberapa bentuk tarian tersebut sebagai berikut :
- Tari Padduppa adalah tari pemujaan kepada leluhur.
- Tari bunga Maulena Cikowang adalah tari yang menggambarkan proses
Maudu Lompoa (Maulid Nabi Besar Muhammad SAW) di Desa Cikoang.
- Tari Paddekko adalah tari kegembiraan atas keberhasilan panen yang
melimpah.
- Tari Pakurru Sumanga' adalah tari penjemputan tamu agung.
- Tari Pakarena adalah tari yang menceritakan mahluk-mahluk di kayangan dan
di bumi tidak akan bertemu lagi sehingga manusia di kayangan mengajarkan
cara bersahabat, menjaga anak dan sebagainya.

8. Objek Wisata Budaya Maudu Lompoa
Maudu Lompoa adalah peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, dan merupakan objek wisata ritual yang memadukan antara kegiatan keagamaan dan pertunjukkan budaya. Peristiwa ini digelar setiap tahun di desa Cikoang yang dimulai dari proses 10 Sapar sampai pelaksanaannya 12 Rabiul Awal setiap tahunnya.

Hal yang menarik dari Maudu Lompoa adalah munculnya suatu kekuatan yang terorganisir dari kaum Sayyid Jalaluddin yang diapresiasikan lewat kreasi bakul maudu' rate' dan barasanji, karnaval perahu dan telur hias, pencat silata, lomba dayung, dan lomba menangkap itik di sungai.

9. Objek Wisata Bendungan Pammukulu & Bissua
Bendungan Pammukulu dan Bissua merupakan pembendungan sungai Pammukulu dan sungai Jeneberang untuk irigasi teknis pertanian.

Bendungan tersebut mampu mengairi sawah seluas 12.016,5 ha dari 16.436,22 ha luas persawahan. Panjang pengairan mencapai 101.715 km, yang terdiri atas 19.162 km saluran primer dan 82.553 km saluran sekunder.

10. Agro Wisata
Salah satu hasil pertanian yang menjadi andalan kabupaten Takalar adalah sayur mayur yang berpusat di desa Bontolebang Kecamatan Galesong Utara. Sayur yang dikembangkan adalah bayam, sawi, kangkung, bawang, kacang panjang, tomat, cabe, dll. Tempat ini cocok untuk kunjungan riset dan kegiatan yang berorientasi agribisnis.

Buah khas kabupaten Takalar adalah jagung pulud, jagung ketan, semangka dan mangga yang dapat dinikmati masih dalam olahan alaminya di sentra-sentra komersialisasi buah tersebut. Aroma dan rasanya menggambarkan kesegaram buah asal Takalar yang khas.

11. Objek Wisata Industri
Kabupaten Takalar memiliki industri strategis untuk pengembangan daerah dan penanaman investasi yang menjanjikan. Industri tersebut adalah pabrik gula Takalar, pabrik pengolahan rumput laut, shirimp hatchery and ikan bandeng.

Pabrik gula takalar merupakan industri hilir yang mengelola gula mulai dari bentuk mentah yaitu penanaman tebu hingga siap di komsumsi dalam bentuk gula. Gula tersebut dipasarkan hingga ke bagian timur Indonesia. Sedangkan pabrik pengolahan rumput laut memperoleh bahan baku antara lain dari kepulauan Tanakeke, untuk selanjutnya diolah dengan mencuci, memasak memotong, mengeringkan, dan menggiling, serta mengemasnya untuk ekspor. Industri tersebut menarik dikunjungi untuk pengetahuan, penelitian, atau studi perbandingan, baik oleh kalangan akademisi, instansi, ataupun umum.

12. Taman Wisata Kota Patung
Salah satu taman kota yang terletak di tengah kota Takalar adalah objek wisata taman kota patung Ranggong Daeng Romo, Beberapa sarana pendukung yang memiliki daya tarik untuk dikunjungi masyarakat, antara lain Show Room Home Industri, Warung PKK, dan tempat santai pada Taman Ranggong Daeng Romo.

Show Room Home industri menyajikan berbagai kerajinan tangan khas tradisional dan kedaerahan, seperti gerabah, tembikar, songkok guru, bosara, dan cinderamata lainnya. Tidak akan sempurna kunjungan anda ke Takalar, apabila tidak membawa ole-ole Takalar yang disajikan di show room home industri tersebut

13. Ole-Ole Takalar
Tidak akan sempurna kunjungan anda ke Kabupaten Takalar, apabila tidak membawa Ole-ole Takalar, baik untuk keluarga, teman, maupun untuk koleksi pribadi. Ole-ole Takalar terletak di Show Room Home Industri di tengah kota Takalar dengan produk khas tradisional dan kedaerahan yaitu gerabah, tembikar, songkok guru, bosara dan cinderamata lainnya.

14. Fasilitas & Pelayanan
Fasilitas dan pelayanan yang mendukung wisata di Takalar meliputi :
a. Penginapan
Tersedia pada setiap ibukota kecamatan dan sekitar objek wisata
b. Rumah Makan
Tersedia pada setiap ibukota kecamatan dan sekitar objek wisata.
c. Warung khas Coto Makassar
d. Transportasi
- Angkutan darat (Mikrolet, Ojek, Motor Becak, Becak)
- Angkutan Laut (Kapal pipa piber, Jolloro, Balolang)
e. Kerajinan Tangan
- Gerabah
- Songkok Guru
- Tikar
- Bosara
f. Sarana Penunjang Lainnya
- Telkom dan Wartel/Yantel
- Bank Rakyat Indonesia
- Bank Pembangunan Daerah
- Bank BNI
- BPR/BMT Koperasi
- Pos dan Giro
- Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu


Sumber :
Kantor Pariwisata Kabupaten Takalar, dalam :
http://www.takalarkab.go.id/?pilih=hal&id=35

Sumber Gambar:
http://regionalinvestment.com/sipid/id/area.php?ia=7305
http://www.takalarkab.go.id/albums/normal/20071108081238@Peta_Administrasi_KabTakalar.jpg
http://distan.bkc.co.id/foto/image/Takalar.gif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar